sponsor

sponsor
Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Slider

Bahan Ajar dan Silabus

Jurnal

RPS

Geografi

Kontrak & Rekonstruksi

Umum

Buku

» » » » Mengapa Bumi Dinamis?


Bumi kita selalu bergerak dan mengalami perubahan. Perubahan tersebut merupakan perubahan posisi dari beberapa benua. Pada awalnya pada 2000 juat tahun yang lalu benua kita menjadi satu bernama Pangea. Benua Eurasia dan North America bergambung dam posisi diabagian utara katilistiwa, sedangkan bagian selatan bergabung benua South America, Africa, India, Australia dan Antartika menjadi satu bergabung dengan bagian utara katulistiwa membentuk benua Pangea


Gambar 1. Pergerakan lempeng sekarang dan 200 tahun yang lalu
Secara umum bumi kita Average Density sekitar 5.5, Suhu bumi meningkat seiring dengan kedalaman bumi, gradient geothermal rata-rata 1 deg celcius per 30 m pada batuan sedimen. Pada daerah vulkanik gradiennya sekitar 1 deg celcius per 10 m. Pada daerah granite tua (basement rock) gradiennya sekitar 1 deg celcius per 80 m. Perkiraan usia bumi sekitar 4.600.000.000 tahun (menggunakan metoda dating radioaktif). Bagian bumi terdiri atad inti bumi (core), mantel bumi (astenosfir) dan kerak bumi (litosfir) (lihat Gambar 2).
Core, inti bumi berukuran diameter 7000 km dan terdiri dari besi dan nikel. Lapisan paling luar (tebal 2200 km) merupakan liquid atau cairan. Lapisan terdalam bersifat solid atau padat, dengan density sekitar 10.5 dan suhunya lebih dari 5000 deg celcius. Menurut teori, perputaran bumi pada porosnya (rotasi) menyebabkan terjadinya arus sirkulasi pada bagian cair inti bumi. Sirkulasi ini merupakan sumber dari medan magnet yang menyelimuti bumi.
Mantel, Dibawah lithosphere penelitian semakin sulit dilakukan. Lapisan ini dikenal juga sebagai lapisanastenaosfer, ketebalannya diperkirakan 2900 km. Terdiri dari besi dan mineral SIMA. Density sekitar 3.5 dan suhu rata-rata sekitar 2000 deg Celcius. Tekanan dari lapisan diatasnya membuat lapisan ini selalu dalam kondisi solid, tapi tetap bisa melelehkan batuan. Lapisan mantle paling luar sekitar 200 km dinamai dengan asthenosphere. Pada lapisan ini tekanan dan suhu berada pada kondisi berimbang sehingga lapisan ini bersifat plastis. Asthenosphere merupakan sumber dari aktivitas volkanik dan seismik (gempa).
Lithosphere adalah akumulasi masa dari batuan-batuan padat yang membentuk selubung yang mengelilingi bagian cair bumi yang panas (magma). Ketebalan lithosphere bervariasi, dari sekitar 65 km sampai 100 km, dan terdiri dari batuan silika-magnesium (SIMA) dan silik-aluminium (SIAL). Lithosphere mempunyai nilai Specific Gravity (SG) 2.7 sampai 3.

Gambar 2. Struktur Tubuh Bumi

Gambar 3. Kedudukan Samudera dan Bagian Dalam Bumi.

Bumi adalah planet yang dinamis, tubuh bumi paling luar berupa litosfer. Litosfer atau sering disebat sebagai kerak atau lempeng bumi. Kerak bumi terbagi menjadi dua yaitu kerak benua (continental crust) dan kerak samudera (oceanic crust). Kerak bumi atau litosfer mumpunyai ketebalan sekitar 7 – 35 km km. Kerak samudera ketebalan7 km tebal di bawah laut, dan kerak benua 35 km tebal di bawah benua ). Secara umum Kerak bumi atau Lempeng bumi terdiri atas :
1. Lempeng Eurasia Plate
2. North America Plate
3. South America Plate
4. Pasific Plate
5. Antartic Plate
6. Indo-Australia Plate
7. Nasca Plate
8. Cocos Plate
9. Arabic Plate

Gambar 3. Gambaran Lempeng di Bumi
The lithosphere is underlain by the asthenosphere , a hot, mobile layer of partially molten rock lying within the earth's upper mantle. (For detailed information, click the Earth's Interior. ) Litosfer atau kerak bumi terletak diatas lapisan mantel bumi atau astenosfer, yang panas, merupakan lapisan batuan cair, pijar, dan selalu bergerak. Lapisan astenosfer inilah yang menggerakkan litosfer sehingga gambaran bumi kita selalu berubah dan selalu dinamis. Lapisan astenosfer mempunyai suhu dan tekanan yang sangat tinggi, oleh karena itu maka lapisan ini bagian paling atas terbentuk arus konveksi. Arus ini akan mencari jalan keluar untuk mencapai keseimbangan baik terhadap suhu apalagi tekanan tinggi agar seimbang keluar ke permukaan bumi. Arus konveksi ini terbentuk karena bumi kita selalu bergerak, baik gerakan sendiri atau rotasi bumi, maupun bergerak mengelilingi matahari. Oleh karena itu akan terbentuk arus konveksi yang menyebabkan kerak bumi bergeral.
Bagian kerak bumi paling tipis adalah di samudera yaitu kerak samudera maka bagian kerak samudera inilah yang kemungkinan pecah terlebih dahulu. Pecahnya kerak samudera yang bersifat tipis ini disebabkan karena bumi kita berotasi dengan sumbu di arah utara dan selatan. Pada gerakan rotasi ini akan terjadi tekanan pada bagian utara – selatan atau dengan kata lain maka ada gaya tekan arah utara selatan dan efeksnya ada gaya tarik arah barat timur. Gaya ini menyebabkan bumi kita berbentuk elip. Gaya ini bekerja sepanjang waktu, akibatnya akan terjadi pecahan pada bumi kita. Pada awal pecah pada bagian lempeng samudera yang tipis. Oleh karena bagian lempeng yang tipis yang luas adalah Samudera Pasifik dan Samudera Atlantik. Pecahan di kedua samudera tersebut mempunyai arah yang relative sama yaitu arah relative utara selatan. Dengan pecahnya kerak samudera tersebut maka magma yang terdapat di astenosfer atau mantel atas keluar terus. Dengan pecahan ini akan terjadi gerakan berlawanan arah dengan arah tegak lurus arah pecahan atau arah barat timur. Gerakan kerak bumi yang berlawanan ini dinamakan gerakan divergen. Oleh karena kerak samudera mempunyai ketebalan dan densitas yang berbeda. Perbedaan ini disebabkan oleh adanya komposisi batuan maupun mineral yang berbeda setiap lokasi, maka gerakan divergen disetiap lokasi berbeda dan akan timbul gerakan lain pada kerak yang sama baratah sejajar arah gerakan divergen. Gerakan ini dinamakan gerakan geseran atau transform. Oleh karena bumi kita relative bulat dimana kerak saling berhubungan maka disuatu tempat akibat gerakan divergen ini akan terjadi kerak saling bertumbukan atau dikatakan dengan nama gerakan konvergen atau saling mendekat menyebebkan terjadinya subduction. (Gambar 4). Dengan demikian maka secara umum gerakan kerak bumi ada tiga gerakan yaitu :
1. Gerakan saling memisah atau divergen
2. Gerakan saling mendekat atau konvergen
3. Gerakan saling bersinggungan tau transform
Interaksi Lempeng
Secara umum ada tiga interaksi lempeng di bumi kita yaitu : interaksi divergen, convergan dan transform. Adapun interaksi jenis interaksi lempeng tersebut adalah sebagai berikut :
1. Interaksi lempeng Divergen Interaksi divergen terjadi di samudera Atlantik membentuk Atlantic Ridges; Antara Atlantic dengan Antartic; Pasific Timur antara Pasific dengan Nasca, Fasific dengan Cocos; Nasca dengan Antartic; Indo-Australia dengan Antartic
2. Interaksi Convergen Interaksi Convergen terjadi anatara Pasific dengan America Selatan; Fasicic dengan America Utara, Fasific dengan Eurasia, Pasific dengan Indoaustralia; Indo-Australia dengan Eurasia dan India dengan Eurasia.Interaksi ini membentuk rangkaian Ring Of Fire bumi (Pegunungan Lingkar Pasific).
3. Interaksi Transform Interaksi ini terjadi di Atlantic Ridges; Pasifi Timir Rigdges; Antartic – Pasific Ridges; Pasific – Nasca Ridges; Pasific – Cocos Ridges
Gambar 4. Potongan melintang tipe utama batas dan gerakan kerak bumi



«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post