sponsor

sponsor
Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Slider

Bahan Ajar dan Silabus

Jurnal

RPS

Geografi

Kontrak & Rekonstruksi

Umum

Buku

» » JENIS JENIS TANAMAN KELADI

KELADI HIAS

A.Pengertian
Keladi merupakan sekelompok tumbuhan dari genus Caladium (suku talas-talasan, Araceae). Dalam bahasa sehari-hari keladi kerap juga dipakai untuk menyebut beberapa tumbuhan lain yang masih sekerabat namun tidak termasuk Caladium, seperti talas (Colocasia). Keladi sejati jarang membentuk umbi yang membesar. Asal tumbuhan ini dari hutan Brazil namun sekarang tersebar ke berbagai penjuru dunia.
Penciri yang paling khas dari keladi adalah bentuk daunnya yang seperti simbol hati/jantung. Daunnya biasanya licin dan mengandung lapisan lilin. Ukuran keladi tidak pernah lebih daripada 1m. Beberapa jenis dan hibridanya dipakai sebagai tanaman hias pekarangan.
Kecantikan  ini terletak pada bentuk dan warna daunnya, dari warna campur hingga menyerupai batik. Sekarang, keladi hias sedang banyak digemari. Kenapa keladi hias digandrungi banyak orang? Bentuk daunnya yang bagus, tak hanya berwarna hijau tapi ada juga yang merah hingga putih, membuat keladi hias menjadi orang jatuh cinta. Jenisnya pun sangat banyak.
Keladi ini sangat menyukai cahaya, namun ia tidak terlalu menyukai cahaya matahari langsung, pada habitatnya dia lebih menyukai tempat yang berada di bawah pohon-pohon rindang, jika tidak demikian daun-daun tersebut akan gosong atau terbakar. Keladi ini akan mudah hidup pada media yang tidak terlalu padat. Cara perkembangbiakan dengan dua cara, vegetatif (umbi) dan generatif (biji). Dengan umbi lebih cepat, sedangkan dengan biji memakan waktu lebih lama.
B.Klasifikasi Ilmiah
  Kigdom           :Plantae
  Divisi               :Spermatophyta
  Sub Divisi       :Angiospermae
  Kelas               :Monocotyledonae
  Ordo                :Araceales
  Family             :Araceae
  Genus              :Caladium

C.Ciri-Ciri Keladi
            Salah satu ciri khas keladi sesuai dengan ciri semua anggota Araceae adalah bentuk bunganya .Bunga keladi mempunyai tonjolan bulat memanjang dengan ujung tumpul yang disebut spadiks.Spadiks di bungkus oleh selundang yang disebut spata.Umumnya warna spadiks sesuai dengan spatanya .Saat masih muda spata membungkus spadiks dengan rapat kemudian mekar,sehingga spadiks akan terlihat.Spata memiliki warna yang beragam,tetapi satu spata umumnya hanya terdiri dari satu atau dua warna
            Hampir semua keladi tidak berbatang,tetapi hanya membentuk pelepah atau tangkai daun.Bentuk daunnya juga sangat bervariasi,dari segitiga,oval,bulat,hingga panjang.Pangkal daun berlekuk,tulang daun sangat menunjang keindahan daunnya serta tepi daun ada yang rata dan ada pula yang berlekuk atau bergerigi menyerupai gergaji.Warna daun juga bervariatif,dari hijau muda,hijau kehitaman,hijau kehitaman,hijau keunguan,kuning,putih,merah muda,merah tua,ungu,keperakan,cokelat,atau kehitaman,hingga kombinasi dari warna warna tersebut
D.Jenis-Jenis Keladi

1. Keladi Bicolor


Menurut Tjitrosoepomo (2004), Caladium bicolor  (Keladi hias) merupakan genus dari famili Araceae, klasifikasi lengkap dari Caladium berdasarkan sistem klasifikasi tumbuhan adalah sebagai berikut:
Kingdom     : Plantae
Divisi          : Spermatophyta
Sub Divisi   : Angiospermae
Kelas          : Monocotyledoneae
Ordo           : Arales
Famili         : Araceae
Genus         : Caladium
Spesies       : Caladium bicolor
Caladium di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan keladi hias. Variasi keindahan bentuk, corak, dan warna daunnya yang sangat beragam, serta perawatannya yang mudah menjadi daya tarik tersendiri bagi orang untuk membudidayakan Caladium. Caladium secara alami tumbuh di hutan-hutan tropis yang rindang, subur, dan lembab. Lokasi tumbuhnya antara lain di pinggir sungai, di bawah pohon besar, dan tempat-tempat berongga yang lembab pada ketinggian 0- 1000 m dpl. Tanaman ini menyukai suhu 21-31oC. pada suhu di bawah 15oC Caladium akan mati secara perlahan-lahan dan pada suhu diatas 32oC umbinya akan tumbuh menciut. Sementara itu intensitas cahaya matahari yang dibutuhkan Caladium 50-70%. Jika intensitas cahaya matahari yang diterima kurang dari 50%, warna daun Caladium akan memucat. Sebaliknya, jika intensitas cahaya matahari yang diterima lebih dari 70%, daun Caladium akan terbakar sehingga daunnya berubah menjadi kuning atau kecoklatan.
Keladi banyak ditemukan di hutan-hutan tropis. Habitat asli keladi adalah lingkungan yang lembab dengan kondisi tanah gembur, subur, suhu lingkungan yang memadai dan air yang selalu tersedia dengan membuat media tanamnya tidak becek. Ada juga yang bisa tumbuh ditempat teduh (cahaya relative) dan tempat yang penuh cahaya. Lingkungan tempat penanaman keladi harus emiliki cahaya yang relative terang. Bahkan, beberapa kultivar membutuhkan cahaya matahari langsung agar daunnya bisa muncul secara sempurna. Keladi termasuk famili Araceae yang terdiri dari genus Caladium (aneka keladi), genus Anthurium, genus Syngonium, genus Alocasia, genus Xanthosoma, genus Aglonema, dan genus Zantedeschia. Araceae merupakan keluarga besar tanaman herba tahunan yang biasa tumbuh didaerah tropis dan subtropics.
Caladium bicolor merupakan herba tahunan, daun berukuran besar, berbentuk hati, ditopang oleh pelepah yang panjangnya 30 cm atau lebih, warnanya beragam, ada yang putih kehijauan dengan tulang daun hijau, ada yang hijau di tepi dan merah menyala di tengahnya, ada yang hijau di tepi dan tengahnya pink dibayangi putih, dan lain-lain. Batang biasanya tumbuh horizontal seperti umbi kentang atau umbi famili Zingiberaceae.
 Daun Caladium ada yang berbentuk hati, bulat, panjang, seperti daun bambu, dan daun ganda. Sedangkan daunnya memiliki warna dasar merah, kuning, hijau, putih, emas, dan ungu. Masing-masing warna memiliki variasi yang berbeda, misalnya merah tua, merah terang, merah pudar, atau merah pucat. Di samping warna dasar, umumnya dalam satu daun Caladium juga terdapat satu atau beberapa warna lain. Warna daun Caladium yang masih muda umumnya berbeda dengan Caladium yang sudah dewasa. Corak daun Caladium bisa berupa titik, bulat, bergaris, atau bentuk yang tidak beraturan dengan jumlah dan ukuran yang bervariasi.
Salah satu ciri khas keladi adalah bentuk bunganya, yang memiliki tonjolan bulat memanjang dengan ujung tumpul yang disebut spandiks (dibungkus seludang yang disebut spata). Hampir semua jenis keladi tidak berbatang, tetapi membentuk pelepah/ tangkai daun dan daun yang bentuknya sangat bervariatif (segitiga, oval, bulat, hingga panjang). Pangkal daun berlekuk, tulang daun sangat menunjang keindahan daunnya, serta tepi daun yang rata dan ada pula yang berlekuk/ bergerigi menyerupai gergaji. Semua jenis keladi hias yang berasal dari genus caladium mempunyai umbi sejati. Kulit umbi berupa lapisan tipis dan didalam ubi terdapat mata tunas yang dapat digunakan sebagai alat perkembangbiakan secara vegetatif.

2. Keladi Tikus

Keladi tikus merupakan tanaman semak sejenis talas dengan tinggi 25 cm -30 cm, hidup pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut.

   
Tanaman keladi tikus ini rasanya pahit dan sedikit beracun. Bagi para petani di Asia Timur, tanaman keladi tikus ini sudah tidak asing lagi. Ketika para penduduk desa menderita bisul atau problem kulit lainnya akibat racun, maka ampas
tanaman yang ditumbuk langsung diaplikasikan ke bidang tubuh yang luka. Hasilnya: nanah keluar dan bengkak berkurang.

Ketika sari tanaman keladi tikus diminum, berkasiat untuk membersihkan racun dalam tubuh, melancarkan berkemih dan secara umum membersihkan sistem pencernaan. Selain itu, ia juga dapat meningkatkan nafsu makan dan vitalitas bagi orang yang cepat lelah.

Tanaman semak sejenis talas ini tingginya hanya 25 cm -30 cm. Ia menyukai tempat lembab & tidak terkena matahari langsung pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Daun tunggalnya berbentuk bulat dengan ujung meruncing seperti jantung, muncul dari umbi dan berwarna hijau segar. Mahkota bunganya berbentuk panjang kecil berwarna putih mirip dengan ekor tikus, dari sinilah nama keladi-tikus diberikan.
3. Keladi Black Jack


Keladi Black Jack(Lasia spinosa) umumnya memiliki akar rimpang yang ujung atau akar rimpangnya merayap.Tanaman ini tingginya bisa mencapai 1,5-2 meter.Tangkai daun dan rimpangnya berduri tempel Daunnya 2-6 helai dengan pangkal tangkai membentuk pelepah.sementara itu,pangkal helaian daun menyirip dengan ujung meruncing ,sehingga berbentuk mata tombak.Permukaan daun bagian atas berwarna hijau tua dengan tulang daun berwarna merah dan permukaan daun bagian bawah berwarna semburat pink dengan tulang daun berwarna hijau .Disarankan pot tempat keladi hias black jack diletakkan di tempat teduh
4. Keladi Tengkorak


Tinggi tanaman keladi tengkorak (Alocacia cuprea) bisa mencapai 1-5 meter .Tanaman ini memiliki tulang daun berwarna hijau tua yang menjorok ke dalam ,sehingga membentuk daun bergelombang seperti tulang rusuk (tengkorak) manusia.Permukaan daun bagian atas licin,tanpa bulu,dan berwarna hijau tua kehitaman.Permukaan daun bagian bawah berwarna merah keunguan.Sementara itu,tangkai daun berwarna hijau keputihan.Tanaman inoi sebaiknya diletakkan di tempat teduh
5. Keladi Tengkorak hijau


Keladi Tengkorak hijau(Alocasia cypeolata) memiliki daun berbentuk oval seperti daun keldi tengkorak pada umumnya .keladi ini tingginya bisa mencapai 1-1,5 meter.Tulang daun berwarna hijau tua,tetapi tidak menjorok ke dalam .Permukaan daun bagian atas berwarna hijau tua,sedangkan permukaan daun bagian bawah berwarna hijau keputihan dengan gurat tulang daun yang sangat jelas .Tangkai daun berwarna hijau keputihan.Tanaman ini sebaiknya diletakkan di tempat teduh
6. Keledai Kuping keledai

Keladi Kuping keledai (Alocasia polly) memiliki daun berwarna hijau tua bergaris tulang hijau keputihan dengan tinggi hingga 1-1,5 meter .,Daunnya berbentuk segitiga  memanjang dengan pangkal daun membentuk huruf V,ujung daun runcing,permukaan bagian bawah berwarna merah keunguan ,dan tepi daun berlekuk.Sebaiknya tanaman ini diletakkan di tempat teduh
7.  Keladi Kuping kelinci


Keladi Kuping kelinci(Alocasia sanderiana) memiliki bentuk menyerupai kerabatnya ,keladi kuping keledai.Perbedaannya adalah daunnya lebih lebar dan permukaan daun bagian bawah lebih hijau dan agak keunguan.Tanaman yang tingginya bisa mencapai 1-1,5 meter ini sebaiknya diletakkan di tempat teduh.
8. Keladi Kuping jerapah


Keladi  Kuping jerapah (Alocasia lowii) memiliki bentuk mirip Alocasia sanderiana,tetapi tepi daunnya tidak berlekuk sam a sekali.Tinggi kuping jerapah ini bsa mencapai 1-1,5 meter .Tanaman ini sebaiknya diletakkan di tempat teduh.
9. Keladi Corong


Keladi Corong(Colacasia sp) biasanya hidup di tepi rawa.Sesuai dengan namanya,daun keladi ini bentuknya menyerupai corong air.Tingginya bisa mencapai 1-1,5 meter .Tangkai daun berwarna cokelat kehitaman dengan permukaan daun bagian atas dan bawah berwarna hijau tua. Tanaman ini sebaiknya diletakkan di tempat teduh.
10. Keladi Green Ice



Keladi Green Ice(Caladium marmoratum)memiliki tangkai daun berwarna hijau tua berbintik hitam.Daunnyas berbentuk oval dengan ujung meruncing.Warna permukaan daun bagian atas hijau tua dengan bercak hijau muda.Tanaman yang tingginya bisaa mencapai 1 meter ini memiliki tulang daun tidak begitu nampak. Tanaman ini sebaiknya diletakkan di tempat teduh.
11. Keladi Polka Green

Keladi Polka Green(Caladium bicolorvar .polka green) sangat mirip dengan keladi green ice.Perbedaannya,tangkai daun tanpa bercak hitam tulang daun jelas terlihat berwarna keputihan.Tanaman ini sebaiknya diletakkan di tempat teduh.
12. Keladi Army Look


Keladi Army Look(Alocasia hilo beauty) menyerupai keladi green ice,tetapi tangkainya tidak berbintik hitam dan permukaan daunnya bergelombang.Keladi ini sebaiknya diletakkan di tempat teduh
13. Keladi Tricolor

Caladium Tricolor memilki daun berbentuk hati yang berwarna hijau dengan bercak berwarna putih dan merah.Tulang daun tidak begitu terlihat. Keladi ini sebaiknya diletakan di tempat yang memiliki pencahayaan penuh.
14. Keladi Tatto


Selain umbi, keladi tatto memiliki akar rimpang yang digunakan untuk berkembang biak.keladi tatto memiliki daun berbentuk segitiga dengan tulang daun berwarna hijau tua.Permukaan daun bergelombang dan bagian yang menonjol keatas berwarna putih.Keladi yang tingginya bisa mencapai 1 meter ini sebaiknya diletakkan di tempat teduh.
15. Keladi Neon


Keladi neon (Alocasia green velvet) memiliki permukaan daun berwarna hijau tua, berbulu sangat halus dengan warna hijau gelap, tulang daun berwarna putih. Daunnya berbentuk hati memanjang dengan sedikit lekukan. Keladi ini sebaiknya diletakkan di tempat yang teduh.
16. Keladi Black Velvet

Alocasia black velvet memiliki daun agak tebal, berbentuk membulat dengan ujung agak meruncing, berwarna hijau kehitaman. Tulang daun berwarna putih dan permukaan daun berbulu halus. Tanaman hias yang tinggi maksimumnya hanya 30 cm ini sebaiknya diletakkan di tempat yang teduh.
17. Keladi Variegata


Keladi variegata (Alocasia macrorrhiza variegata) termasuk keladi hias akibat penyimpangan gen dari keladi biasa. Keladi ini sering digunakan sebagai makanan ikan.
18. Keladi Dream Fantasy


Keladi dream fantasy (Caladium x hortulanum cv miss muffet) ini memilik tulang daun berwarna putih diselingi bercak merah yang sangat kontras dengan warna daunnya yang hijau. Ada kalanya daun dan tulang daun berubah sesuai dengan umur tanaman. Daun tanaman dewasa tampak hijau kekuningan, tulang daun agak kemerahan, dan tangkai daun putih kehijauan. Tanaman ini sangat bagus jika diletakkan di tempat berpencahayaan penuh.
19. Keladi Wayang

Keladi wayang (Caladium ginger land) memiliki kombinasi warna yang sangat cantik. Tepi daunnya berwarna hijaudengan tulang daun dan badan daun berwarna putih berbeecak merah tua. Tinggi tanaman maksimum 60 cm. Keladi wayang ini sangat bagus jika diletakkan di tempat berpencahayaan penuh.
20. Keladi Joker


Keladi joker memiliki tulang daun berwarna merah tua. Warna merah tua ini hampir menutupi “anyaman” ldi badan daunnya, sehingga keladi ini tampil cantik. Tinggi tanaman maksimum hanya 60 cm. Disarankan meletakkan tanaman ini di tempat berpencahayaan penuh karena jika salah penempatannya, warna hijaunya akan mendominasi.
21. Keladi Batura

Tulang daun keladi batura berwarna merah tua dan badan daunnya merah kehitaman. Warna daun ini lebih merah daripada warna daun keladi joker. Tinggi keladi ini maksimum 60 cm. Keladi batura sebaiknya diletakkan di tempat yang berpencahayaan penuh.
E.Tata Cara Penanaman dan Perawatan
  Tata Penanaman
Cara Perkembangbiakan :
  Pembiakan dengan cara generatif
Langkah-langkah sebagai berikut:
a.Pada waktu bunga mekar sempurna, periksa benang sarinya. Jika telah masak, ambil menggunakan kuas halus atau cotton bud
b. Oleskan benang sari pada kuas ke kepala putik. Jika ingin melakukan persilangan, oleskan serbuk pada tanaman yang berbeda
c. Tutup bunga agar putik tidak terserbuki bunga lain.
d. Setelah biji masak (berwarna merah) tanaman biji tsb di tray pembibitan dengan media tanam sekam baker atau dun bambu yang dihaluskan dan disterilkan
e. Selama masa pertumbuhan pacu dengan pupuk wide spectrum atau pellet crustaceae dengan dosis ringan.
  Pembiakan dengan cara vegetatif
Dilakukan dengan cara memisahkan anakan yang minimal telah memilik dua lembar daun.
Langkah-langkah memisahkan anakan keladi hias sebagai berikut:
a. Keluarkan seluruh tanaman, buang sebagian media agar pangkal umbi tempat tumbuh daun anakan terlihat.
b. Pisahkan secara hati-hati anakan dari induk menggunakan gunting berujung lancip yang steril
c. Olesi bekas luka sayatan induk maupun anakan dengan fungisida agar tanaman tidak terkena jamur busuk akar
d. Setelah fungisida kering, rendam anakan didalam cairan pupuk perangsang pertumbuhan akar
e. Setelah direndam sekitar 5 menit, anakan siap ditanam dipot
f. Selama seminggu sejak pemisahan, anakan tidak boleh diletakkan tempat yang terkena sinar matahari langsung agra tidak mati
Berikut ini adalah cara memisahkan anak keladi:
Keluarkan keladi dari pot buang sebagian media tanam sampai tampak pangkal anakan, lakukan semua ini dengan hati-hati.
Pisahkan anakan dengan pisau yang sudah di steril. Mensteril pisau bisa dengan cara memanaskan pisau dan setelah dingin baru digunakan.
Agar tidak membusuk, olesi bekas sayatan dengan fungisida, dan olesi obat perangsang akar untuk mempercepat pertumbuhan. Kedua obat ini (fungisida dan perangsang akar) mudah didapat di toko obat pertanian.
Tanam di media yang merupakan campuran antara sekam bakar dan kompos, dan letakkan ditempat teduh (jangan terkena sinar matahari langsung) sampai anakan tersebut benar-benar tumbuh, kurang lebih dua minggu.
Cara vegetatif yang lain adalah dengan membelah umbi kemudian menanam. Proses ini memerlukan waktu lebih lama dengan tingkat keberhasilan lebih kecil, caranya :
Pada masa dormansi (masa dimana keladi tidak berdaun) keluarkan keladi dari pot dan ambil umbi-nya,  bersihkan umbi dari media,
Amati mata tunas yang berada dipermukaan umbi, kemudian belah umbi keladi menjadi beberapa bagian, dan pastikan bahwa setiap bagian ada mata tunasnya.
Cuci, kemudian rendam di air yang sudah dicampur fungisida selamat 10 menit.
Angkat belahan-belahan umbi itu dan keringkan di tempat teduh (kering angin) selama kurang lebih 2 jam.
Olesi perangsang akar kemudian tanam di media campuran sekam bakar dan kompos, letakkan di tempat teduh sampai tumbuh tunas. Proses ini berlangsung sekitar 3 sampai 4 minggu.
Cara vegetatif inilah yang paling banyak dilakukan para peng-hobby tanaman hias dalam mengembangbiakkan keladi.
  Tata Perawatan

a. Media Tanam
Media tanam yang digunakan oleh para praktisi keladi hias biasanya berupa sekam, sekam baker, atau humus daun bambu yang dicmpurkan dengan perbandingan 1:1:1. Sebelum digunakan media ini disterilkan terlebih dahulu dengan cara dikukus selam 30 menit dan didinginkan.

b. Cahaya
Keladi yang daunnya dominan berwarna hijau, kuning, putih, atau kombinasinya sebaikanya diletakkan di tempat teduh ternaungi. Bagi yang daunnya berwarna merah, pink, cokelat, atau kombinasinya diletakkan ditempat yang tidak ternaungi/ terkena sinar matahari penuh.
c. Penyiraman
Pada musim kemarau disiram sehari sekali dan pada musim hujan cukup 2 hari sekali, hingga media tanam basah benar tetapi jangan merendam dasar pot tempat tanaman.
d. Pemupukan
Pada fase awal pertumbuhan tanaman harus diberi pupuk nitrogen tinggi dan jika menginginkan bunga muncul, tanaman biberi pupuk fosfor tinggi. Tetapi jika tanamn yang diasumsi warna merahnya, jangan gunakan pupuk nitrogen karena N memacu terbentuknya zat hijau daun dalam jumlah berlebihan.
Merawat bunga keladi
Di habitat aslinya, keladi biasa hidup di daerah yang selalu basah, lembab tetapi terang. Jadi untuk mendapatkan hasil yang bagus, keladi perlu disiram dengan cukup air, karena kekurangan air dapat membuat daunnya layu dan mengering kemudian mati suri (dormansi), tetapi apabila berlebihan akan dapat mengakibatkan umbinya membusuk.
Media dan pencahayaan
Media tanam yang bisa digunakan agar keladi tumbuh subur adalah campuran antara sekam bakardan kompos, dengan perbandingan idealnya 1:1.
Tanaman hias ini membutuhkan cahaya matahari yang cukup, sehingga dalam penempatan harus memperhatikan kebutuhan sinar matahari, meskipun sebenarnya tidak semua jenis keladi tahan terhadap sinar matahari langsung (full sun).
Secara gampang, dapat dibedakan lokasi penempatan dengan melihat warna daun, keladi yang warna daunnya dominan hijau, putih, kuning atau kombinasi diantara ketiga warna itu dianjurkan ditempatkan di tempat yang teduh, sedangkan yang berwarna merah, coklat, ungu atau kombinasi ketiga warna itu dianjurkan untuk ditempatkan di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung.
Masa dorman
Secara alamiah, tanaman hias ini memiliki masa yang disebut dorman, yaitu masa dimana semua daun mengering dan hanya tinggal umbi yang terpendam dalam media tanam sepintas tampak seperti mati, tapi sebenarnya tidak sepenuhnya mati karena umbi itu akan tumbuh lagi, cantik seperti sediakala. Kondisi ini seringkali mengecewakan para penggemar bunga, meskipun sebenarnya bisa dimanipulasi dengan cara memberi air yang cukup dan unsur hara yang lengkap, serta membuang bakal bunga, karena bunga sebenarnya adalah masa awal dari fase dormansi.
Repotting
Satu hal lagi yang perlu mendapatkan perhatian adalah repotting, yaitu menggantikan pot dan media tanam. Pada saat anak keladi mulai tumbuh banyak atau umbi dan akar sudah memenuhi pot sehingga terasa sesak, tentu akan mengurangi estetika keindahan dan tanaman hias ini akan mengalami kelambatan dalam pertumbuhan. Yang bisa kita lakukan dalam kondisi seperti ini adalah mengeluarkan keladi dari pot kemudian membersihkan media tanam, dan memecah keladi menjadi beberapa bagian, kemudian masukkan kembali dalam pot dengan media tanam baru.
Tempatkan keladi yang baru di-repotting di tempat yang teduh selama kurang lebih satu minggu, setelah dirasa keladi tumbuh normal maka dapat dipindahkan  ke tempat yang terkena sinar matahari secara penuh.
Tindakan agar daun keladi tampak menawan
Daya tarik bunga keladi atau caladium terletak pada keindahan daunnya, dengan kilatan warna daun, tonjolan urat-urat dan tulang daun membuat banyak orang jatuh cinta pada tanaman hiasyang satu ini. Jadi, bisa dibayangkan apabila daun keladi tampak kusam dan layu maka tumbuhan itu tidak lagi memiliki daya tarik.
Merawat bunga keladi agar memiliki daun yang menarik sebenarnya tidak terlalu sulit, hanya sedikit membutuhkan kesabaran dan ketelatenan.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar keladi tampak sehat dan berdaun indah, diantaranya:
1. Meskipun keladi termasuk tumbuhan yang tahan panas, akan tetapi jangan di tempatkan langsung di bawah terik matahari (full sun), sebaiknya letakkan keladi di tempat yang sedikit ternaung dari sinar matahari langsung, tetapi keladi juga jangan diletakkan di tempat yang teduh sama sekali.  Keladi membutuhkan kurang lebih 70% sinar matahari.
2. Dalam batas-batas tertentu, keladi bisa menerima guyuran air hujan secara langsung, tetapi apabila terus menerus diterpa hujan deras maka dia akan tersiksa, daunnya menjadi kusam dan pucat. Oleh karenanya, pada musim hujan sebaiknya  keladi diletakkan di tempat yang terlindung dari guyuran hujan secara langsung.
3. Satu hal yang paling penting adalah media tanam keladi. Di habitat aslinya keladi tumbuh subur di hutan-hutan diatas media kompos dari daun dan tumbuhan yang lapuk dan hancur. Keladi sangat tidak menyukai media yang padat, karena sangat menggagu pertubuhan akar-akarnya, dan apabila fungsi akar terganggu maka daunpun tidak akan bisa berkembang dan pada akhirnya daun menjadi kusam kehilangan warna, menjadi tidak menarik. Tetapi keladi juga tidak menyukai media yang terlalu poros, semisal sekam bakar atau pakis tanpa campuran, karena kedua media itu kurang mampu menahan air dan sedikit kandungan hara, sehingga kebutuhan keladi tidak terpenuhi. Media tanam ideal bagi keladi adalah campuran antara sekam bakar, pakis dan kompos dengan perbandingan 1:1:1
Inilah beberapa tindakan yang perlu dilakukan untuk menjaga penampilan keladi agar selalu idah dan memiliki daya tarik.
F.Kegunaan dan bahaya
Semua bagian keladi beracun dan tidak boleh dikonsumsi.Walaupun demikian, penggunaannya sebagai tanaman hias cukup luas. Tumbuhan ini sudah ditangkarkan dan dimuliakan sejak akhir abad ke-18 di Eropa. Terutama C. bicolor telah mengalami banyak perubahan sifat menjadi berdaun warna-warni. Terdapat pula kultivar yang katai. Paling tidak terdapat 120 kultivar C. bicolor. Terdapat pula persilangan antarspesies dengan C. burgkii untuk mendapatkan helai daun yang bergelombang.
Keladi dapat memunculkan anakan dan dari sini dapat dikembangkan tumbuhan baru. Ia juga dapat tumbuh dari kormus yang terdapat di tanah

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post